Ass. Wr. Wb.
بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillaahir Rahmanir Rahiim (Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
لااله الا الله سبحن العزيز الجبار
Laa ilaaha illallaahu subhaana `aziizil jabbaar (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Maha Suci Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa)
Segala puji dan kemulaiaan hanyalah milikMU ya ALLOH. Sholawat dan salam tercurah bagi Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir jaman.
Setelah sebelumnya penulis mengajak diri sendiri dan pembaca untuk melatih diri mampu hening kemudian diam dalam beberapa detik dalam 1x24 jam, kali ini penulis mengajak anda untuk mengisi diam yang telah anda rasakan.
Mungkin dari sekian banyak pembaca ada yang bertanya, misalnya:
1. "Apa yang bisa dilakukan dalam diam yang hanya 1 detik itu?"
2. "Penulis menganjurkan diam, tapi kenapa setelah diam diminta mengisi diam itu dan melakukan sesuatu? Bukankah ini bertentangan? Kalo begitu tidak diam lagi?
3. "Saya sudah mencoba untuk hening dan diam, tapi saya belum pernah merasakan hening dan diam tersebut, apa yang saya rasakan tidak pernah tercapai seperti yang penulis uraikan?"
4. "Mungkinkah ada hening dan diam selama manusia bernafas (hidup)?"
5. "Tulisan sebelumnya tidak saya mengerti dan tidak bisa saya fahami".
Itulah sekelumit kemungkinan pertanyaan yang ada di benak pembaca dan masih banyak lagi pertanyaan yang tidak sanggup penulis uraiakan satu persatu.Kembali penulis belum bisa menjawab segudang pertanyaan-pertanyaan itu. Penulis akan mengajak pembaca untuk menyamakan persepsi dulu tentang makna hening dan diam sebelum melangkah lebih lanjut dengan mengisi diam dan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.
Pendekatan yang bisa dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang makna hening adalah suatu kondisi dimana telinga dan fikiran tidak terpengaruh secara kejiwaan (emosional) atas segala kehadiran suara dari sekeliling kita. Tidak berarti anda tidak mendengar suara yang ada, anda tetap mendengar semua itu hanya saja anda tidak terpengaruh untuk mendengar suara itu sedikitpun. Hening adalah pra kondisi sebelum anda masuk ke suasana diam.
Diam adalah situasi dimana fikiran dan hati tidak liar menjelajah atas segala keinginan, cita-cita, khayalan, angan-angan, dan mimpi-mimpi. Fikiran dan hati istirahat. Istirahat dari segala bentuk perburuan dan pencapaian. Bukankah anda pernah melihat orang sedang tidur mengigau tentang pekerjaan, istri, anak-anak, pacar, benda yang diinginkannya, sekolahnya, dan segudang aktifitas hidup lainnya. Itulah sedikit gambaran bahwa bisa saja tubuh kita istirahat (sedang tidur) tetapi hati dan fikiran kita masih terus bekerja mengejar cita-cita atau segala obsesi yang ada dalam diri kita. Apakah dari sisi hati dan fikiran orang yang mengigau sedang dalam kondisi diam? Silahkan pembaca menterjemahkan sendiri.
Bukan pula diam seperti orang tidur yang lelap yang tidak mengetahui apapun kejadian di sekitarnya. Diamnya orang tidur mendekati kondisi tidak sadar bahkan hampir sama dengan tidak sadar. Bukan seperti itu kondisi diam yang ingin dicapai. Karena sulit digambarkan dengan kata dan umpama (permisalan) maka sebaiknya pembaca yang budiman mencoba dulu, berusaha mencapai kondisi diam semaksimal mungkin sesuai kadar pengetahuan dan rasa yang dimiliki saat ini. Sedikit demi sedikit dari setiap 1 detik yang dirasakan lambat laun akan meningkat menjadi rasa diam yang sesungguhnya.
Bukan pula diam seperti orang tidur yang lelap yang tidak mengetahui apapun kejadian di sekitarnya. Diamnya orang tidur mendekati kondisi tidak sadar bahkan hampir sama dengan tidak sadar. Bukan seperti itu kondisi diam yang ingin dicapai. Karena sulit digambarkan dengan kata dan umpama (permisalan) maka sebaiknya pembaca yang budiman mencoba dulu, berusaha mencapai kondisi diam semaksimal mungkin sesuai kadar pengetahuan dan rasa yang dimiliki saat ini. Sedikit demi sedikit dari setiap 1 detik yang dirasakan lambat laun akan meningkat menjadi rasa diam yang sesungguhnya.
Sampai disini diharapkan kita sudah bisa lebih mengerti dan memahami makna hening dan diam.
والحمد لله رب العالمينWal hamdu lillaahi rabbil `aalamiin
Dan segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam
Wass. Wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar